'Kenali Negerimu Cintai Negerimu' Dijadikan Sebagai Metode Pembelajaran Sejarah








Direktur Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Hari Untoro Drajat mengatakan, metode pembelajaran sejarah melalui kegiatan Kenali Negerimu Cintai Negerimu (KNCN sangat efektif dan menarik dalam memberikan pemahaman mengenai peristiwa sejarah kepada siswa.


Selama ini siswa dalam mempelajari sejarah lebih banyak menghafal di kelas, dengan metode kegiatan KNCN siswa dapat berinteraksi langsung dengan obyek atau pelaku sejarah, sehingga terjadi diskusi dan eksplorasi pemahaman sejarah yang lebih luas.

"Di Jepang kegiatan wisata sejarah (Kanko) yang dikaitkan dengan edu-taiment cukup populer di kalangan remaja pelajar. Mereka dapat menggali serta mengeksplor sejarah yang mereka pelajari di luar kelas," kata Hari Untoro Dradjat kepada pers berkaitan dengan rencana diadakannya kegiatan Lawatan Sejarah Nasional (LASENAS) ke-V dengan mengunjungi situs-situs bersejarah (a trip to historical sites) di Provinsi Sumatera Barat pada 13-19 Agustus 2007 di Jakarta ,Kamis (9/8).

LASENAS V menurut, Hari Untoro Drajat yang didampingi Direktur Nilai Sejarah Depbudpar Dr.Magdalia Alfian, merupakan kegiatan pembelajaran sejarah di luar kelas dengan mengunjungi obyek sejarah dan budaya di daerah tujuan wisata. Dengan melakukan kegiatan wisata Kenali Negerimu Cintai Negerimu kita bisa melakukan pembelajaran sejarah dengan metode edu-taiment , katanya seraya mengatakan, banyak obyek sejarah --semisal peristiwa sejarah Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948 -- ditemukan di kota /kabupaten di Sumatera Barat.

Dengan mengunjungi obyek sejarah di Sumbar tersebut, lintasan sejarah mengenai PDRI dapat dieksplor lebih luas di antaranya tentang pemahaman akan multikultur. "Meski Pemerintah Darurat Republik Indonesia di bawah Mr.Sjarifuddin Prawiranegara dari Jawa Barat, ternyata dapat berjalanan karena ia mendapat dukungan dari masyarakat Sumatara Barat yang notabene mempunyai latar belakang budaya daerah yang berbeda," katanya.

Lintasan sejarah perjuangan Cut Nyak Dien dari Aceh makamnya ada di Sumedang Jawa Barat dan pejuang Pangeran Diponegoro dari Provinsi Yogyakarta makamnya ada di Makassar, Sulawesi Selatan, dapat kita kunjungi dalam rangka pendalaman informasi sejarah perjuangan para pahlawan tersebut. Dengan demikian pembelajaran sejarah akan lebih menarik.

Sementara itu, sebanyak 200 pelajar SMU dan guru sejarah terbaik sebagai wakil dari seluruh provinsi di Indonesia akan mengikuti kegiatan Lawatan Sejarah Nasional (LASENAS) ke-V.

Menbudpar Jero Wacik bersama Mendiknas Bambang Sudibyo menurut rencana akan memberi pengarahkan kepada peserta LASENAS V di Balirung Sapta Pesona Jakarta. Para peserta LASENAS V akan mengunjungi obyek sejarah dan budaya di Kota Padang, Bukit Tinggi, Sawah Lunto, Kabupaten Lima Puluh Kuto, dan Kabupaten Batu Sangkar.
Sumber: Depbudpar.co.id

1 Response to "'Kenali Negerimu Cintai Negerimu' Dijadikan Sebagai Metode Pembelajaran Sejarah"